Berita, Bisnis, Kripto, AI
No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
No Result
View All Result
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Desa Wisata Osing, Pusat Budaya dan Tradisi Banyuwangi.

Desa Wisata Osing, Pusat Budaya dan Tradisi Banyuwangi.

Desa Wisata Osing Banyuwangi, Pusat Budaya dan Tradisi

Desa Wisata Osing adalah rumah bagi penduduk asli Banyuwangi yang terkenal ramah dan bersahaja, masih menjunjung tinggi tradisi dan kebudayaan turun- temurun.

Penulis: Zainal
8 Agustus 2020 | 09:15 WIB
in Perjalanan

Rotasiasia.com – Desa Wisata Osing merupakan satu dari sekian banyak cagar budaya yang dimiliki Banyuwangi. Sebelum ramai seperti sekarang, kawasan ini dulunya adalah sawah dan hutan. Menurut sejarah, penduduk desa merupakan keturunan dari Kerjaan Hindu Blambangan. Tidak heran, bila mayoritas penduduknya beragama Hindu.

desa wisata osing banyuwangi
desa wisata osing banyuwangi. Image via: goodnewsfromindonesia.id

Suku Osing atau Lare Blambangan dipercaya sebagai penduduk asli Banyuwangi yang masih bertahan dan tersebar di berbagai kecamatan. Hanya saja, Desa Kemiren adalah pusat dari budaya dan tradisi yang selalu dilaksanakan turun-temurun. Berada di jalur menuju Kawah Ijen, sehingga banyak wisatawan singgah ke desa ini.

Yang Menarik di Desa Wisata Osing

Pada Tahun 1995, Desa ini ditetapkan sebagai Desa wisata oleh Bupati Banyuwangi, Purnomo Sidiq. Selanjutnya, kawasan ini dibangun dengan tidak meninggalkan adat dan istiadat. Oleh karena itu, mulai dari bentuk rumah, cara berpakaian, dan gaya hidup tidak berbeda jauh dengan ajaran nenek moyang mereka dulu.

Desa Wisata Osing, Pusat Budaya dan Tradisi Banyuwangi
Desa Wisata Osing. Image via: goodnewsfromindonesia.id

Satu hal yang tidak akan pernah bisa dilupakan dari Desa wisata ini adalah penduduknya. Mereka sangat ramah, baik, bersahaja. Walaupun, berada di wilayah Jawa Timur yang kental dengan bahasa Jawa. Tetapi, di penduduk Desa Kemiren menggunakan bahasa osing yang sulit dimengerti bagi orang awam.

Mengenal Kebudayaan dan Tradisi Desa Wisata Osing

Sampai saat ini, masyarakat Desa Kemiren masih menjalankan tradisi bercocok tanam, atau yang dikenal dengan istilah Selamatan. Tradisi ini dimulai dari padi yang masih dalam bentuk benih, tumbuh berisi, kemudian siap untuk panen. Hal menarik bisa Anda saksikan saat musim panen tiba.

Kesenian tradisional para petani menggunakan anai-anai dan iringan musik angklung serta gendang yang dilakukan di pematang sawah. Saat ini juga, perempuan Osing akan melakukan Tradisi Gedhogan, menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan alu. Bunyi yang dihasilkan menghasilkan irama yang sampai saat ini terus dilestarikan.

Desa Wisata Osing, Pusat Budaya dan Tradisi Banyuwangi
Tradisi Gedhokan Desa Wisata Osing. Image via: goodnewsfromindonesia.id

Tradisi selanjutnya di Desa Wisata Osing adalah Ritual Barong Ider Bumi. Sebuah ritual yang dilakukan sebagai upaya mengusir bahaya dan memohon kepada Tuhan agar panen melimpah. Ritual ini juga bertujuan menyucikan diri dari kesalahan selama satu tahun dan menyembuhkan wabah penyakit yang sedang terjadi.

Menariknya upacara ini adalah kehadiran Barong Osing, tokoh mitologi dari kebudayaan Bali. Wujudnya adalah Singa memiliki sayap dan mahkota. Menurut kepercayaan Barong adalah simbol raja dari arwah yang mencerminkan kebaikan. Barong yang dimainkan oleh dua orang ini akan diarak ke seluruh desa.

Agar seluruh desa terhindar dari kejahatan, keburukan yang akan menghalangi rezeki dan kemakmuran masyarakat sekitar. Serta hawa nafsu yang membuat mereka celaka. Prosesi ini diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai para sesepuh Desa.

Saat arak-arakan berlangsung, akan ada pembacaan tembang Macapat atau naskah jawa kuno yang berisi doa. Tetapi, sebelumnya diiringi dengan doa dan bacaan surat Al-fatihah terlebih dahulu. Ada juga kesenian lain yang ikut mengiringi acara ini seperti pertunjukan Tari Gandrung, Burdah, Hadrah katulan, Singo-Singoan.

Kopi Sepuluh Ewu

Selain bercocok tanam masyarakat Suku Osing juga terkenal dengan produksi biji kopi terkenal hingga Mancanegara. Namanya adalah Kopai Osing, memiliki cita rasa unik pahit dan asam sangat kuat, manisnya hanya sedikit. Kopi khas Suku Osing ini bisa Anda nikmati gratis pada acara Kopi Sepuluh Ewu.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Desa Wisata OsingKopi Sepuluh EwuSuku Osing

| BERITA TERBARU

Bisnis

IHSG Bangkit dari Tekanan, Bursa Indonesia Masuki Fase Optimisme Baru

11 Februari 2026 | 17:58 WIB
Teknologi

Flagship Super Tipis Guncang 2026, Desain Ramping Tantang Tren “Bongsor”

11 Februari 2026 | 17:17 WIB
Promoted

Tenang Karena Tahu: Saat Pengetahuan Jadi Awal Ketenangan Hidup

5 November 2025 | 12:45 WIB
Promoted

Kesehatan sebagai Bentuk Cinta yang Tak Terlihat

2 Mei 2025 | 13:38 WIB
Promoted

Sering Terlupakan, Inilah Instrumen Investasi yang Paling Penting

31 Oktober 2024 | 12:57 WIB
Promoted

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Hati Keluarga

2 Agustus 2024 | 16:17 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 14 Juli 2024, Kode Morse: TRUST

14 Juli 2024 | 04:13 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 11 Juli 2024, Kode Morse: WHALE

11 Juli 2024 | 02:57 WIB
Promoted

Bukan Hanya Harta, Warisan Ini Juga Harus Dipersiapkan

3 Mei 2024 | 17:11 WIB
Promoted

Hanya Sebesar Kepalan Tangan, Pahami Peran Ginjal bagi Kesehatan

13 Maret 2024 | 18:02 WIB
Promoted

Jangan Biarkan Gangguan Tiroid Ganggu Aktivitasmu

10 Januari 2024 | 23:27 WIB
Entertainment

Apa Itu Mistar dan Mengapa Dianggap Penting dalam Berbagai Aspek Kehidupan

1 Januari 2024 | 02:48 WIB
  • Kontak
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
Seedbacklink
barak
sinata

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP

No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP