Berita, Bisnis, Kripto, AI
No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
No Result
View All Result
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Otak Pelaku Dapat Grasi dari Jokowi, ini Kronologi Pembunuhan Wartawan di Bali

Otak Pelaku Dapat Grasi dari Jokowi, ini Kronologi Pembunuhan Wartawan di Bali

Penulis: Zainal
23 Januari 2019 | 21:41 WIB
in News

Topsumutpress.com – Kasus pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung (AA) Narendra Prabangsa, tahun 2009 lalu, kembali menyita perhatian publik.

Pasalnya otak dan pelaku pembunuhan sadis terhadap wartawan tersebut, yakni Nyoman Suasrama, mendapat grasi atau pengurangan masa hukuman dari Presiden Jokowi

Baca juga : Jokowi Menampar Pers Indonesia

AA Narendra Prabangsa diduga dibunuh karena memberitakan dugaan penyimpangan proyek pembangunan sekolah TK Internasional di Bangli oleh Dinas Pendidikan setempat.

Kasus pembunuhan sang wartawan atau jurnalis itu telah dipaparkan Kapolda Bali, Irjen Polisi Teuku Ashikin Husein, pada 25 Juni 2009 lalu. Seperti dilansir radarmalang.id.

Adapun kronologi pembunuhan sadis terhadap AA Prabangsa adalah sebagai berikut;

11 Februari 2009

– Pukul 16.30 korban dijemput oleh pelaku Komang Gede,Nyoman Rencana dan Komang Gede Wardana di Taman Bangli menggunakan mobil.

– Korban dibawa ke rumah Susrama di Bangli.

– Setelah Susrama tiba di rumahnya, korban digelandang ke belakang rumah dengan kedua tangan dilipat dan diikat di belakang.

– Susrama memerintahkan Nyoman Rencana dan Wardana menghabisi nyawa korban.

– Pelaku memukul kepala bagian depan korban hingga terkapar. Setelah tak bernyawa, mayat korban dimasukkan ke kamar.

– Susrama memerintahkan pelaku lainnya, Jampes dan Endy, untuk membersihkan darah yang tercecer.

– Sekitar pukul 21.30, mayat korban dibuang di tengah laut Padangbai, Klungkung.

16 Februari 2009
– Mayat ditemukan mengambang di laut Padangbai, Klungkung. (*/tsp)

Tags: AA PrabangsaGrasijokowiJurnalisKronologi

| BERITA TERBARU

Bisnis

IHSG Bangkit dari Tekanan, Bursa Indonesia Masuki Fase Optimisme Baru

11 Februari 2026 | 17:58 WIB
Teknologi

Flagship Super Tipis Guncang 2026, Desain Ramping Tantang Tren “Bongsor”

11 Februari 2026 | 17:17 WIB
Promoted

Tenang Karena Tahu: Saat Pengetahuan Jadi Awal Ketenangan Hidup

5 November 2025 | 12:45 WIB
Promoted

Kesehatan sebagai Bentuk Cinta yang Tak Terlihat

2 Mei 2025 | 13:38 WIB
Promoted

Sering Terlupakan, Inilah Instrumen Investasi yang Paling Penting

31 Oktober 2024 | 12:57 WIB
Promoted

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Hati Keluarga

2 Agustus 2024 | 16:17 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 14 Juli 2024, Kode Morse: TRUST

14 Juli 2024 | 04:13 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 11 Juli 2024, Kode Morse: WHALE

11 Juli 2024 | 02:57 WIB
Promoted

Bukan Hanya Harta, Warisan Ini Juga Harus Dipersiapkan

3 Mei 2024 | 17:11 WIB
Promoted

Hanya Sebesar Kepalan Tangan, Pahami Peran Ginjal bagi Kesehatan

13 Maret 2024 | 18:02 WIB
Promoted

Jangan Biarkan Gangguan Tiroid Ganggu Aktivitasmu

10 Januari 2024 | 23:27 WIB
Entertainment

Apa Itu Mistar dan Mengapa Dianggap Penting dalam Berbagai Aspek Kehidupan

1 Januari 2024 | 02:48 WIB
  • Kontak
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
Seedbacklink
barak
sinata

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP

No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP