Berita, Bisnis, Kripto, AI
No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
No Result
View All Result
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Ratusan Kodok Mati Karena Kebanyakan Ngeseks

Ratusan Kodok Mati Karena Kebanyakan Ngeseks

Ratusan Kodok Mati Karena Kebanyakan Ngeseks, Sempat Bingungkan Peneliti

Penulis: Zainal
11 September 2022 | 21:54 WIB
in News

Melalui perbandingan kerangka fosil Geisel dengan katak modern, terungkap bahwa sebagian besar fosil kodok mati karena kebanyakan ngeseks yang ditemukan sebenarnya bukan jenis katak.

Kodok sendiri berperilaku menghabiskan sebagian besar kehidupannya di daratan, kemudian mencari genangan air atau danau untuk berkembang biak.

Sedangkan katak berhubungan seks dengan banyak katak lain dalam kurun berdekatan pada musim kawin yang singkat.

Hubungan seksual sendiri dikenal bisa menjadi jebakan kematian bagi spesies katak dan kodok saat ini. Hewan ini kerap kelelahan akibat seks lalu tenggelam.

Katak atau kodok betina lebih rawan tenggelam karena sering ditekan oleh lebih dari satu jantan ketika berhubungan seksual.

Bahkan, saat ini, masih kerap ditemukan “kuburan massal” kodok di wilayah berair yang digunakan untuk berkembang biak.

Tim Falk menduga situasi serupa terjadi pada ratusan kodok yang mati di Lembah Geisel 45 juta tahun lalu.

“Mortalitas massal terkait perkawinan yang disebabkan tenggelam atau kelelahan umum ditemukan pada anura (katak/kodok) dan telah dianggap sebagai penyebab kematian primer bagi sebagian fosil anura,” demikian tulis Falk dan kawan-kawan.

Menurut penelitian Falk, penjelasan yang paling mungkin mengapa ada sejumlah kelompok fosil katak yang berjumlah ratusan yang mati hampir pada saat bersamaan di Geisel adalah hubungan seksual yang terlalu bersemangat telah membunuh mereka.

Falk dan kawan-kawan pun menyebut kesimpulan penelitiannya dapat menjelaskan mengapa banyak kuburan massal katak serupa di berbagai lokasi lain di dunia. (*)


sumber

Page 2 of 2
Prev12
Tags: KatakKodokLembah GeiselPenelitianPurba

| BERITA TERBARU

Bisnis

IHSG Bangkit dari Tekanan, Bursa Indonesia Masuki Fase Optimisme Baru

11 Februari 2026 | 17:58 WIB
Teknologi

Flagship Super Tipis Guncang 2026, Desain Ramping Tantang Tren “Bongsor”

11 Februari 2026 | 17:17 WIB
Promoted

Tenang Karena Tahu: Saat Pengetahuan Jadi Awal Ketenangan Hidup

5 November 2025 | 12:45 WIB
Promoted

Kesehatan sebagai Bentuk Cinta yang Tak Terlihat

2 Mei 2025 | 13:38 WIB
Promoted

Sering Terlupakan, Inilah Instrumen Investasi yang Paling Penting

31 Oktober 2024 | 12:57 WIB
Promoted

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Hati Keluarga

2 Agustus 2024 | 16:17 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 14 Juli 2024, Kode Morse: TRUST

14 Juli 2024 | 04:13 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 11 Juli 2024, Kode Morse: WHALE

11 Juli 2024 | 02:57 WIB
Promoted

Bukan Hanya Harta, Warisan Ini Juga Harus Dipersiapkan

3 Mei 2024 | 17:11 WIB
Promoted

Hanya Sebesar Kepalan Tangan, Pahami Peran Ginjal bagi Kesehatan

13 Maret 2024 | 18:02 WIB
Promoted

Jangan Biarkan Gangguan Tiroid Ganggu Aktivitasmu

10 Januari 2024 | 23:27 WIB
Entertainment

Apa Itu Mistar dan Mengapa Dianggap Penting dalam Berbagai Aspek Kehidupan

1 Januari 2024 | 02:48 WIB
  • Kontak
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
Seedbacklink
barak
sinata

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP

No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP