Berita, Bisnis, Kripto, AI
No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
No Result
View All Result
Berita, Bisnis, Kripto, AI
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan
Goa Gong dengan Julukan Goa Paling Indah di Indonesia

Goa Gong dengan Julukan Goa Paling Indah di Indonesia

Korban KM Sinar Bangun Tenggelam di Dasar Danau Toba, ini Penjelasan Pakar Geologi…

Penulis: Zainal
30 Juni 2018 | 12:19 WIB
in News

Topsumutpress.com – Berdasarkan gambar yang banyak beredar di media sosial, jasad para korban KM Sinar Bangun seakan ‘nyangkut’ atau tetap tenggelam di dasar Danau Toba.

Mengapa bisa demikian? Berikut penjelasan dari seorang Pakar Geologi Universitas Gajah Mada (UGM), Rovicky Dwi Putrohari, yang dikutip dari detikcom pada Sabtu (30/06/2018).

“Biasanya begini, ketika korban itu meninggal itu awalnya sekian jam akan tenggelam. Kalau untuk di danau atau air dangkal kira-kira 10 meter itu bisa ngambang lagi, ini karena dalamnya 400 meter–paling tidak–jasadnya tidak keluar lagi karena tekanannya tinggi,” tutur Rovicky.

Selain itu, Danau Toba merupakan air tawar. Berbeda dengan air laut yang mengandung garam.

“Berat jenis air garam lebih tinggi sehingga bisa (tubuh manusia) bisa mengambang, sementara berat jenis air tawar lebih rendah,” kata Rovicky.

Sebelumnya, Rovicky memaparkan tentang proses terjadinya Danau Toba. Berbeda dengan legenda yang dituturkan turun temurun, Danau Toba bukanlah terbentuk dari ‘kutukan’.

“Danau Toba terbentuk dari letusan Gunung Toba yang pertama kali pada 700.000 tahun lalu. Gunung Toba kemudian beberapa kali meletus dan yang terakhir adalah sekitar 73.000 tahun lalu,” ujar Rovicky.

Pasca-letusan Gunung Toba kemudian terbentuk kaldera atau lubang kawah. Lama kelamaan kaldera yang terbentuk menjadi luas.

“Danau Toba itu dulunya seperti lubang kawah saja, sisa lubang kawah yang akhirnya terisi air,” kata Rovicky.

Letusan Gunung Toba disebut sangat dahsyat kala itu. Saat Gunung Toba meletus, belum ada manusia modern.

Oleh karena Danau Toba merupakan kaldera dari hasil letusan gunung, maka cekungannya jadi sangat dalam. Gunung Toba kini sudah tak lagi aktif. (n70)

Tags: Danau TobaHeadlineKM Sinar BangunTenggelam

| BERITA TERBARU

Bisnis

IHSG Bangkit dari Tekanan, Bursa Indonesia Masuki Fase Optimisme Baru

11 Februari 2026 | 17:58 WIB
Teknologi

Flagship Super Tipis Guncang 2026, Desain Ramping Tantang Tren “Bongsor”

11 Februari 2026 | 17:17 WIB
Promoted

Tenang Karena Tahu: Saat Pengetahuan Jadi Awal Ketenangan Hidup

5 November 2025 | 12:45 WIB
Promoted

Kesehatan sebagai Bentuk Cinta yang Tak Terlihat

2 Mei 2025 | 13:38 WIB
Promoted

Sering Terlupakan, Inilah Instrumen Investasi yang Paling Penting

31 Oktober 2024 | 12:57 WIB
Promoted

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Hati Keluarga

2 Agustus 2024 | 16:17 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 14 Juli 2024, Kode Morse: TRUST

14 Juli 2024 | 04:13 WIB
Hot Issue

Sandi Harian Hamster Kombat 11 Juli 2024, Kode Morse: WHALE

11 Juli 2024 | 02:57 WIB
Promoted

Bukan Hanya Harta, Warisan Ini Juga Harus Dipersiapkan

3 Mei 2024 | 17:11 WIB
Promoted

Hanya Sebesar Kepalan Tangan, Pahami Peran Ginjal bagi Kesehatan

13 Maret 2024 | 18:02 WIB
Promoted

Jangan Biarkan Gangguan Tiroid Ganggu Aktivitasmu

10 Januari 2024 | 23:27 WIB
Entertainment

Apa Itu Mistar dan Mengapa Dianggap Penting dalam Berbagai Aspek Kehidupan

1 Januari 2024 | 02:48 WIB
  • Kontak
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms
Seedbacklink
barak
sinata

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP

No Result
View All Result
  • News
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Kripto
  • Hot
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Entertainment
  • Perjalanan

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP